Rapid Fire Questions about Books :)
Alright.
So, my friend, Ndari just attacked me with this rapid fire question. Yes, rapid and firey. Imagine James Bond, or something more dramatic like the riot scene from Gone With The Wind, ha. :))
She tagged me from her blog (an awesome blog for all book geeks. Check it out here.
From her blog, I should answer 10 compulsory questions and 5 additional questions. I actually have something to do (read: reading 26 pages of copyright law for my Indonesian Legal System subject. Is it important? Yes. But I’m just sick of reading something serious tonight, soooo oh well…) , but I finally made this post. Yeay. So, here it goes —-the rapid fire questions about books and books :) Will answer it in Bahasa.
1. nambah atau ngurangin timbunan? Menambah timbunan, tapiiii maunya menambah timbunan dan membaca semua bukunya. Saya ngga mau jadi book hoarder, dan saya berusaha menghindarinya hehe. Juga, buku di rak-rak buku di rumahku kebanyakan adalah buku referensi ayah untuk pekerjaannya. Bolehlah ditambah beberapa literatur dan buku menarik kepunyaanku ;)
2. pinjam atau beli buku?
Jika bukunya cuma menarik 60-70% rasa ingin tahu, aku lebih baik meminjam. Dan sejujurnya, kalau lagi bokek, saya mending minjam. Tapi kalau sudah sampai 80% (baca: liat Goodreads dan beberapa review orang lain) atau sampai 100% (baca: liat Goodreads, tanya orang lain udah pernah baca atau belum, cari info dijual dimana aja, sampe ke toko buku dan tanya customer service segala), pastinya membeli -walau bokek, sampe dibelain deh pokoknya:)
3. baca buku atau nonton film?
HAHAHA. SETUJU SAMA NDARI. INI MAH KAYAK MILIH JON HAMM DAN TOM HIDDLESTON. ATAU TOM HIDDLESTON DENGAN MICHAEL FASSBENDER. SUSAH BROH. *yes capital semua, biar tau betapa susahnya memilih. Gak fair pertanyaannya! :))))*
4. beli buku online atau offline?
Tergantung mood. Kalau lagi malas, beli online. Tapi suka ke toko buku juga sih ya… sekalian melihat judul-judul buku baru, memegang bukunya dan ngerasain atmosfer toko buku yang selalu saja menarik :”)
5. (penting) buku bajakan atau ori?
Original. Buku harus original. It’s authentic, crisp and fresh.
6. gratisan atau diskonan?
Diskonan. Gratisan juga enak, tapi biasanya ada tagihan tersembunyi. Belum lama ini dapat gratisan, tapi ditagih naskahnya :)) hahaha
7. beli pre-order atau menanti dgn sabar?
Menanti dengan sabar. Suka ketinggalan pre-order soalnya.
8. buku asing (terjemahan) atau lokal?
Buku lokal.
9. pembatas buku penting atau biasa aja?
Dulu sih sok-sokan pakai pembatas buku, yang ada malah hilang atau ngga terpakai. Daripada pakai pembatas buku mahal-mahal, mending pakai barang lain. Contohnya: kartu remi, bon bekas, tisu bersih (hahaha, I did this), kertas coretan dll.
10. bookmark atau bungkus chiki?
Ngga pernah pakai bungkus chiki, pernahnya permen, ngga sengaja soalnya. Eh tapi malah keterusan sampai bukunya habis. Aduh ngga lagi deh, kalau dipikir-pikir saya males banget, sampe batasin pakai bungkus permen segala.
Additional questions dari Ndari:
Buku yang bikin nangis atau film yang bikin nangis?
Buku yang bikin nangis. Melihat sesuatu dengan mata dan menangis itu sudah sering. Tapi membaca dan membayangkan apa yang dibaca sampai menangis itu berarti luar biasa. Berarti buku itu benar-benar powerful sampai memeras air mata Si penulis pasti memikirkan ceritanya dengan sungguh-sungguh dan mencurahkan semuanya saat menulis, jadiiii saya lebih suka buku yang bikin nangis.
Pesan buku impor di toko buku online luar negeri (bookdepository, amazon) atau di toko buku yang memang menjual buku impor (Periplus, Kinokuniya)
Saya ngelakuin dua-duanya hahaha. Biasanya sih cari dulu di toko buku online, karena lebih murah, tapi kalau harganya ngga jauh dari Periplus dan Kinokuniya, saya beli di tempatnya langsung, jadi bisa langsung dibaca. Saya termasuk orang yang sabar nunggu pesanan buku online yang datang, tapiiii kalau bisa langsung disantap kenapa harus nunggu :p
Manga atau novel grafis dan komik (misalnya komik Eropa/Amerika)?
INI KAYAK DISURUH MILIH ANTARA MATTHEW GRAY GUBLER DAN TAKUYA KIMURA. NGGA BISA HOIIIII. SAYA PILIH DUA-DUANYA. TITIK. :p
Baca sambil dengerin lagu atau baca di kendaraan?
Saya melakukan keduanya. Tapi kalau bukunya sungguh menarik, saya baca di kendaraan tanpa lagu supaya lebih fokus.
Goodreads atau no Goodreads?
Everything has two sides of medallion, also with Goodreads, in my opinion. I choose Goodreads though. :)
Belum tau nih mau tag ke siapa. Menyusul yaaa :)